Selasa, 26 April 2011

Ragam Hias Nekara Indonesia

Dengan dipakainya logam dalam sejarah seni Indonesia memunculkan kebudayan baru yaitu kebudayaan perunggu yang melahirkan zaman perunggu sebagai bagian dari masa prasejarah. Perunggu yang dipanaskan dan dibentuk menurut kehendak manusia menghasilkan peralatan untuk kebutuhan hidup. Kemampuan menggunakan bahan logam seperti ini ada di Indonesia sekitar 2 sampai dengan 3 ribu tahun yang lalu dengan ditemukannya kapak-kapak perunggu. Dengan logam, manusia akan lebih mudah membuat bermacam macam alat yang sebelumnya tidak mungkin dibentuk dari bahan seperti batu yang banyak dipakai pada zaman batu. Keahlian menggunakan logam  ini diikuti pula kemampuan untuk menghias yang semakin lama semakin kaya dengan corak ragamnya.

Nekara perunggu diameter 150 cm
Jawa tengah
Hasil kebudayaan perunggu ini yang paling terkenal adalah Nekara, benda yang dipakai sebagai genderang yang ditabuh dalam berbagai upacara seperti upacara memanggil hujan, persiapan perang ,upacara pemakaman jenazah dan benda bekal kubur, tempat meyimpan jenazah pra sejarah.

Nekara yang dicetak dengan teknik tuang logam bivalve ini juga penuh dengan hiasan yang memberikan simbol-simbol tertentu yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat pra sejarah.
arca katak pada nekara Bima
Seperti adanya hiasan orang-orang menari dan perahu-perahu jenazah yang membawa roh yang meninggal ke dunia akhirat pada nekara dayak,kalimantan dan ada juga ragam hias binatang katak yang terdapat pada nekara yang ditemukan di Bima yang dihubungkan dengan hujan. Ragam hias yang lainnya berupa pilin berganda bersambung seperti spiral atau bentuk huruf S yang ditemukan di Jawa Barat ,Ragam hias pinggir tumpal atau deretan segitiga sama kaki pada nekara jawa barat, ragam hias Meander atau deretan huruf T yang berdiri tegak lurus dan terbalik berganti ganti, pada nekara dari Bima,dan berbagai bentuk ragam hias lainnya seperti orang naik kuda dan kerbau sebagai lambang matahari dan bulan pada bagian atas nekara yang ditemukan di Kalimantan. Pada nekara yang berasal dari Banda ada ragam hias gambar sesorang yang menangkap menjangan dengan tombak jerat Juga ada hiasan nekara dari pulau leti berupa burung merak. Juga ragam hias topeng dua wajah manusia pada nekara bahan logam kuningan yang ditemukan di Alor .  Jadi pertanyaan juga dari mana nekara ini berasal dan dibuat karena ditemukan juga ragam hias orang berkuda dengan kostum pakaian perang yang tidak ada di Indonesia pada Nekara yang ditemukan di Sangeang, Sumbawa. Nekara tidak hanya ditemukan diwilayah Indonesia saja tetapi juga dikitarnya sebagai kemungkinan lokasi benda ini didatangkan. Tetapi dari  penemuan nekara bulan pejeng di pulau Bali. Nekara ini ternyata diproduksi sendiri dengan ditemukannya alat cetak Nekara dari batu yang ditemukan di pura Pejeng Bali membuktikan bahwa nekara ini di produksi bangsa Indonesia sendiri.

1 komentar:

  1. abang mungkin tulisannya bisa ditambah dengan nilai filosofinya dari benda rupanya, mohon ijin menyalin tulisannya.

    munkin ada yang lupa bang, untuk seni rupa masjid, mengapa bentuk rupanya mirip dengan bawang putih dan bawang merah, terutama bentuk yang dari timur tengah.

    BalasHapus